Melansir dari Al Mayadeen English, keluarga para prajurit Amerika Serikat yang tewas dalam perang terhadap Iran kini harus menghadapi perjuangan mereka sendiri di dalam negeri, seiring upaya mereka mendapatkan hak-hak kompensasi yang terhambat akibat klasifikasi konflik oleh pemerintah Washington.
Penggunaan terminologi militer dan prosedur birokrasi telah menyulitkan akses terhadap gaji serta tunjangan yang seharusnya diterima oleh keluarga anggota militer yang gugur.
Isu ini menyita perhatian publik secara luas setelah Libby Kleiner, seorang janda dari prajurit yang gugur, menyuarakan kekecewaannya secara daring. Aksinya tersebut mendesak Angkatan Udara AS untuk mengakui bahwa pada awalnya mereka telah memberikan informasi yang tidak akurat terkait tunjangan mendiang suaminya.
