Suasana tawaf di sekitar Ka'bah Makkah dalam artikel bantahan Ansarallah terkait klaim serangan terhadap kota suci.

Melansir TMJ News Network, platform Peringatan Dini Nasional Arab Saudi telah mengeluarkan pemberitahuan darurat kepada warga di Makkah, memperingatkan adanya “potensi bahaya” dan menginstruksikan masyarakat untuk mengikuti arahan resmi. Peringatan tersebut muncul di tengah kembali pecahnya pertempuran antara Arab Saudi dan pasukan yang dipimpin Ansarallah dari Yaman. Namun, pemberitahuan itu sendiri, sebagaimana disampaikan, tidak menjelaskan jenis maupun sumber ancaman dan tidak membuktikan bahwa Makkah sedang menjadi sasaran rudal Yaman.

Klaim bahwa Ansarallah menargetkan Makkah telah berulang kali muncul selama perang Saudi–Yaman. Sebelumnya, otoritas Saudi pernah menyatakan bahwa rudal yang dicegat di dekat kota tersebut ditujukan ke Makkah, termasuk dalam klaim yang mencuat pada 2016 dan 2019. Ansarallah membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan bahwa sasaran mereka adalah instalasi militer atau ekonomi di wilayah lain dan menuduh Riyadh menggunakan kota paling suci dalam Islam itu untuk menggalang opini publik. Arab Saudi, di sisi lain, tetap mempertahankan bahwa intersepsi tersebut menunjukkan adanya ancaman terhadap situs-situs suci.

Pejabat politbiro Ansarallah Hazem al-Assad melalui akun X resminya menyampaikan, “Klaim mengenai penargetan Makkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya, dan tidak dapat lagi memperdaya siapa pun.”

Karena itu, peringatan terbaru tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan kembali munculnya klaim bahwa Makkah telah diserang. Pernyataan bahwa Ansarallah secara khusus menargetkan Masjidil Haram atau kota Makkah memerlukan bukti tambahan yang dapat mengidentifikasi proyektil, lintasannya, serta sasaran yang dituju.

MintPress News juga melaporkan bahwa tidak pernah ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Sebelumnya, Ansarallah justru telah memperingatkan kekhawatiran mereka bahwa Arab Saudi akan merusak Ka’bah, tempat yang menjadi arah kiblat seluruh umat Islam dalam melaksanakan shalat.

Sejak saat itu, para propagandis Saudi membagikan video-video lama yang memperlihatkan sistem pertahanan udara di sekitar Kota Madinah, tetapi mengklaimnya sebagai rekaman dari Makkah.

Klaim-klaim tersebut kini justru menuai ejekan di dunia maya, karena dianggap sebagai upaya putus asa pihak Saudi untuk menggalang dukungan terhadap perang mereka yang bertujuan menggulingkan pemerintahan, yang dinilai semakin gagal.

Kontroversi ini muncul ketika perang Saudi–Yaman kembali mengalami eskalasi tajam. Pasukan Yaman melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer dan energi Saudi, sementara pasukan Saudi melakukan serangan udara terhadap wilayah yang dikuasai Ansarallah.

4 thoughts on “Tudingan Saudi Soal Makkah Dinilai Narasi Palsu & Propaganda”
  1. Lebih dari satu dekade sudah perang Yaman-Saudi dengan serangan-serangan rudal Yaman selama ini menuju target-target yang sah seperti di berbagai kota dan pangkalan militer Saudi di Jizan, Najran, Khamis Mashit, Abha dan Thaif (pangkalan udara King Fahad), infrastruktur energi, hingga melesat ke Tel Aviv di mana pernah direkam video oleh warga Gaza yang menyambut suka cita serangannya, akan sangat mudah seharusnya jika mereka melakukan serangan ke Makkah sekaliii saja, tapi nyatanya tidak pernah terjadi, menuduh Ansarallah merudal Makkah jelas tak masuk akal, tidak logis sama sekali. Tapi apa yang diharapkan dari fitnah-fitnah penganut ‘manhaj’ tukang pelintir dan pemalsu kitab-kitab Ahlussunnah itu sendiri? Mereka akan selalu hidup dalam dogma kebodohan dan menyangka pembodohan mereka bisa membodohi orang-orang lain yang sama bodohnya dengan mereka!

    1. Arab Saudi tampaknya memanipulasi keadaan dari intersepsi/pencegatan terhadap rudal Yaman yang melintasi atau menarget daerah dekat Makkah seperti Jeddah dengan framing “Perlindungan terhadap Makkah.” Inilah pembodohan yang dijadikan propaganda berbalut sektarian.

      1. Setuju. Ada yang blunder dari para buzzer Saudi, seperti yang diilustrasikan berikut ini:

        Houthi: “Kami menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Jeddah.”

        Saudi: “Jeddah itu masuk administrasi provinsi Mekkah, berarti Houthi nyerang Mekkah!”

        Amerika: “Kalo artis dari negara ane konser musik di Jeddah gapapa kan?”

        Saudi: “Gapapa dong, Jeddah ama Mekkah kan beda.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *