Ilustrasi kritik pakar politik Dr. Abdulkhaleq Abdulla terhadap keruntuhan aliansi keamanan dan koalisi regional Teluk.

Koalisi Arab kini telah kehilangan tujuannya. Koalisi Laut Merah memang ditakdirkan untuk runtuh. Aliansi Mekkah (pakta pertahanan bersama Saudi-Pakistan-Turki) hancur lebur seperti sejumput garam pada saat-saat krusial tiba. Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) gagal mengaktifkan sistem pertahanan bersama Teluk saat serangan Iran terjadi. Aliansi dengan Amerika Serikat tidak bisa diandalkan. Yang disebut sebagai ‘Poros Moderasi’ Arab telah lenyap. Lalu, apa yang harus dilakukan sekarang?

Ilmuwan politik asal Emirat, Dr. Abdulkhaleq Abdulla, menyampaikan kritik tajam terhadap arsitektur keamanan Asia Barat, dengan menyatakan bahwa aliansi regional—termasuk koalisi Arab, kerangka pertahanan bersama GCC, dan “Poros Moderasi” yang didukung AS—sudah usang, terpecah belah, dan tidak mampu mempertahankan kepentingan Teluk pada saat-saat krusial.

Hal ini mencerminkan meningkatnya frustrasi di kalangan lingkaran kebijakan regional atas kegagalan koalisi multinasional yang disponsori AS dalam mengamankan jalur maritim utama seperti Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab dari Ansarullah Yaman, serta keraguan seputar jaminan keamanan Barat menyusul eskalasi regional langsung dengan Iran yang diakibatkan oleh agresi tak beralasan dari AS-Israel terhadap Republik Islam tersebut.


𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝗧𝗵𝗲 𝗖𝗿𝗮𝗱𝗹𝗲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *