Arab Saudi dilaporkan telah menawarkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu kepada Ansarallah yang diikuti dengan negosiasi langsung, menurut laporan surat kabar Lebanon Al-Akhbar. Usulan tersebut kabarnya disampaikan melalui mediasi Oman setelah adanya komunikasi yang melibatkan Arab Saudi, Amerika Serikat, Mesir, Pakistan, dan Oman, di mana Riyadh dikatakan siap untuk membahas tuntutan kemanusiaan dan mengupayakan penyelesaian politik yang lebih luas.
Menurut laporan tersebut, Arab Saudi juga menyatakan kesediaannya untuk mencabut pembatasan terhadap Yaman dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke negara itu. Gencatan senjata yang diusulkan ini akan berfungsi sebagai periode awal sebelum digelarnya negosiasi langsung antara Saudi dan Ansarallah, yang berpotensi membuka jalur perundingan setelah bertahun-tahun dilanda perang dan kegagalan upaya perdamaian.
Ansarallah dilaporkan kurang berminat terhadap gencatan senjata sementara dan justru menuntut penyelesaian yang komprehensif. Syarat-syarat dari pihak Ansarallah kabarnya mencakup pencabutan blokade udara, darat, dan laut di Yaman, serta penarikan seluruh pasukan militer, keamanan, dan politik Saudi dari negara tersebut. Usulan dan negosiasi yang dilaporkan ini belum dikonfirmasi secara independen oleh pejabat Arab Saudi maupun Ansarallah.
πππΊπ―π²πΏ: π§π π π‘π²ππ π‘π²πππΌπΏπΈ
