๐ข๐น๐ฒ๐ต ๐ง๐ฒ๐ป๐ด๐ธ๐ ๐ญ๐๐น๐ธ๐ถ๐ณ๐น๐ถ ๐จ๐๐บ๐ฎ๐ป
Jika anda membaca media-media Arab dan media Barat saat ini, mayoritas mereka memberitakan soal serangan gabungan Arab Saudi terhadap Yaman dan sukses memukul Ansarallahโyang disimplifikasi dengan sebutan “Houthi” oleh Barat dan pengikutnya.
Tapi apa yang sedang dinarasikan oleh media-media pro-Saudi ini, sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di lapangan.
Setelah kemarin pagi, koalisi gabungan Arab Saudi melakukan serangan besar-besaran dengan 100 pesawat tempur ke ibu kota Yaman Sana’a yang dikuasai Ansarallah, tidak membuahkan hasil apa pun.
Padahal saat Gaza diserang Israel, satu pun pesawat tempur dunia Islam tidak ada yang keluar membantu Gaza untuk melawan gempuran pesawat tempur Israel yang menargetkan rakyat sipil Palestina.
Klaim koalisi Saudi yang menyebut telah merebut kota strategi Al-Mokha yang direbut Ansarallah awal September lalu adalah klaim palsu. Apalagi klaim Saudi dan koalisinya merebut kembali Bab al-Mandab.
Al-Mokha dan Bab al-Mandab saat ini masih sepenuhnya dikuasai pemerintah Yaman yang berbasis di Sana’a, Taiz juga masih dikepung oleh pasukannya, serangan besar-besaran yang melibatkan 100 jet tempur kemarin tidak berjalan lama, jet-jet itu menarik diri dan menghentikan serangan. Setelah pasukan Yaman menembak jatuh 2 unit helikopter Apache buatan AS di Yaman dan melumpuhkan ratusan pasukan bayaran Saudi dengan drone-drone yang menewaskan banyak tentara dari pemerintah Yaman “resmi” versi Saudi yang berbasis di Aden.
Kemarin, Ansarallah juga menguasai rumah presiden “resmi” Yaman versi Saudi di Aden, Rashad al-Alimi. Rumah ini saat ini ada dalam kendali Ansarallah, al-Alimi sendiri telah lama melarikan diri ke Saudi dan menjadi “presiden” Yaman jarak jauh di pengasingan.
Serangan gabungan Saudi, Israel, AS, dan bantuan banyak negara Teluk tidak memukul mundur Ansarallah sama sekali, dalam 20 jam terakhir, Saudi dkk. hanya mampu maju 5 kilometer, dan wilayah yang kemarin dikuasai Saudi juga saat ini telah diambil kembali oleh Ansarallah.
Koalisi Saudi saat ini terus mempelajari untuk menyerang kembali Sana’a dengan serangan lanjutan, puluhan perwira militer dan penasehat militer AS saat ini bekerja di command center Saudi untuk merencanakan serangan lanjutan.
Setelah pagi kemarin Saudi menyerang dengan 100 jet tempur, Ansarallah semalam membombardir kembali Arab Saudi. Kilang minyak, bandara dll. diserang dengan balistik-balistik. Riyadh, Jeddah, Dammam, dll. semalam dibombardir dengan balistik. Termasuk bandara king Khalid dan bandara Abha. Penerbangan di sana terhenti.
Ansarallah juga telah mengeluarkan warning, bahwa semua penerbangan di atas langit Saudi agar dihentikan, karena akan menjadi target serangan tanpa kecuali, seluruh ruang udara Saudi kecuali di atas Mekkah dan Madinah.
Ancaman larangan penggunaan ruang udara Saudi oleh Ansarallah bertujuan untuk melarang pesawat terbang, terutama pesawat militer, karena berpeluang digunakan oleh Saudi dkk. untuk menjadi tempat tinggal landas menyerang Yaman.
Klaim-klaim Saudi di media adalah palsu, bahkan beberapa media Barat yang tidak tunduk kepada pemerintah memberitakan kebenaran ini, kebenaran akan situasi lapangan, di mana Saudi dan koalisinya tidak mencapai apa-apa dalam serangan mereka terbaru ke Yaman setelah mereka mendeklarasikan perang all out dua hari lalu.
Semua wilayah yang telah dikuasai Ansarallah sejak awal September sampai saat ini belum berhasil diambil alih kembali oleh koalisi Saudi. Penghentian serangan sementara ini juga karena Saudi dkk. menyadari bahwa apa yang mereka sebut ‘Houthi’ saat ini memiliki kemampuan menembak jatuh pesawat tempur mereka, seperti yang sudah pernah terjadi bulan lalu.
Ansarallah telah berulang kali mengingatkan Pakistan dan Turki terutama, agar jangan masuk terlalu dalam, karena akan jadi target juga di Yaman, siapa pun yang terlibat langsung menyokong Arab Saudi akan jadi target sah untuk dibalas.
Bantuan intelijen Israel, logistik dari AS dan Eropa, dan dukungan tambahan Turki dan Pakistan, saat ini belum mampu memukul mundur Ansarallah sama sekali, kecuali propaganda di media mereka dan hasil postingan para buzzer mereka di medsos. Sampai saat ini Ansarallah masih memenangkan perang di lapangan secara substantif.
