Drone selam tanpa awak Dive-LD milik Amerika Serikat yang disita pasukan Iran di perairan Selat Hormuz.

Oleh Dr. Ustaz Muhsin Labib

Hari ini, sejarah mencatat sebuah pencapaian yang mengguncang tiang-tiang kekuasaan. Sebuah kapal selam Amerika—yang paling canggih, paling modern, dan paling dibanggakan oleh Amerika Serikat—telah jatuh ke tangan Republik Islam Iran. Bukan sekadar kapal selam biasa. Ini adalah mesin perang tanpa awak yang dirancang agar Amerika bisa menyerang tanpa takut kehilangan tentara. Negeri yang dipimpin oleh makhluk super biadab ini sangat mengandalkannya, karena hemat nyawa tentara.

Namun Iran tidak menghancurkannya. Iran merebutnya. Tanpa satu peluru pun ditembakkan, tanpa satu ledakan pun yang mengguncang laut, kapal selam itu sudah berada di tangan mereka. Ini bukan sekadar kemenangan militer. Ini adalah hantaman telak terhadap mitos keunggulan teknologi Barat. Ini adalah bukti bahwa kecerdikan, keberanian, dan keteguhan iman mampu menundukkan mesin-mesin paling canggih di dunia.

Lebih dari dua puluh empat jam kapal selam itu telah dikuasai. Dibawa masuk ke perairan teritorial Iran. Dan baru ketika Iran mengumumkan secara resmi, Amerika terpaksa mengakui. Tapi pengakuan itu penuh tipu daya. Rezim imperialis ini mencoba menutupi rasa malu dengan mengatakan, “Kapal selam itu rusak,” demi menutupi malu dan kecerobohannya karena mengira dunia bodoh.

Kapal selam itu tidak rusak. Iran hanya membuatnya tak berdaya dan menggiringnya masuk ke dalam wilayahnya. Tentu senjata yang diproduksi dengan biaya sangat tinggi menjadi anugerah gratis yang akan dioperasikan dalam misi serangan ballik.

Ini adalah peringatan keras. Amerika harus mulai melakukan kalkulasi atas semua rencana busuknya. Amerika harus menimbang seribu kali lipat sebelum lagi-lagi meremehkan kemampuan Republik Islam. Karena teknologi yang dimiliki Iran hari ini bukan lagi sekadar pertahanan—ia adalah kekuatan yang mampu merebut, menguasai, dan membalikkan keadaan.

Dan yang baru terjadi hari ini hanyalah permulaan. Yang akan datang, jauh lebih hebat, lebih menggetarkan dan lebih mempermalukan Amerika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *