Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa selama berdekade-dekade, AS telah mendirikan banyak pangkalan militer di seluruh kawasan—termasuk di negara-negara Teluk serta negara-negara di sebelah timur dan barat Iran—guna memaksakan hegemoninya. Namun, ia menekankan bahwa seluruh pangkalan tersebut telah menjadi sasaran dan sebagian besar berhasil dilumpuhkan oleh serangan rudal dan drone Iran.
Juru bicara IRGC tersebut mencatat bahwa AS terpaksa memindahkan pasukannya ke fasilitas yang lebih jauh, seperti pangkalan Azraq di Yordania dan lokasi-lokasi dekat perbatasan Israel, namun tetap gagal mengamankannya. Ia menambahkan bahwa pangkalan-pangkalan AS bahkan tidak lagi mampu membela diri mereka sendiri dan sebagian besar kapasitas militer mereka telah terkuras hanya untuk bertahan hidup.
Pernyataan tersebut juga menyoroti bahwa realitas operasional ini mematahkan mitos tentang sistem intelijen AS yang tak tertembus, sekaligus membuktikan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menentukan titik sasaran dan sukses menghantam fasilitas-fasilitas tersebut. Hal ini menandakan kekalahan intelijen yang masif bagi AS dan sekutunya.
𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝗧𝗵𝗲 𝗖𝗿𝗮𝗱𝗹𝗲
