Berbicara dalam program The Grand Standoff: Iran and the World di Al Mayadeen, Profesor Mohammad Marandi menyatakan bahwa Iran dan Irak memiliki potensi yang sangat besar untuk kerja sama ekonomi, mengingat batas wilayah bersama mereka sepanjang 1.200 kilometer, jumlah populasi yang besar, serta sumber daya yang melimpah.
Ia berpendapat bahwa tekanan Amerika Serikat selama ini berupaya membatasi hubungan antara kedua negara tetangga tersebut, seraya menegaskan, “Semakin kuat Iran dan Irak, semakin lemah imperium AS di kawasan kita, dan semakin lemah pula rezim Israel.”
Marandi menambahkan bahwa penarikan pasukan AS dapat mendekatkan kedua negara tersebut, meskipun ia mengakui bahwa Washington akan terus menekan perekonomian Irak dalam jangka pendek.
Melihat ke depan, ia menyatakan bahwa dirinya “optimistis mengenai hubungan Iran dan Irak,” dengan menegaskan bahwa “hal ini memberikan manfaat bagi semua orang di kawasan ini, kecuali bagi rezim Israel dan perpanjangan tangan (proxies) Amerika Serikat.”
Transkrip video:
Saya pikir jika orang-orang mempertimbangkan fakta bahwa Iran dan Irak adalah tetangga dekat dan memiliki batas wilayah bersama sepanjang lebih dari 1.200 kilometer, serta menyadari betapa kaya sumber daya yang dimiliki kedua negara tersebut, mereka akan mengakui betapa besarnya potensi kerja sama antara Iran dan Irak. Apa yang sangat diupayakan oleh Amerika Serikat selama beberapa dekade terakhir adalah menjaga agar kedua bangsa ini tetap terpisah, karena keduanya sangat saling melengkapi. Pertumbuhan ekonomi yang bisa kita capai jika bukan karena sanksi AS akan menjadikan Iran dan Irak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Kedua negara memiliki populasi yang besar, keduanya memiliki sumber daya yang luar biasa—sebagaimana yang telah saya katakan—mereka adalah tetangga dekat, dan jika digabungkan, keduanya menghubungkan Asia dan Jazirah Arab. Itulah mengapa Amerika Serikat sangat bertekad untuk menekan angka perdagangan mereka; itulah alasan mengapa AS mencegah bank-bank berkerja sama dengan Iran, mengapa AS mencoba mencegah pemerintah Irak membayar tagihan gasnya kepada Iran, dan mengapa Amerika Serikat mencoba menghalangi kehendak rakyat yang telah memilih para anggota parlemen untuk diimplementasikan di Irak, karena itulah yang mereka takuti. Semakin kuat Iran dan Irak, semakin lemah imperium AS di kawasan kita, dan semakin lemah pula rezim Israel.
Jadi apa yang telah dilakukan Amerika Serikat selama berdekade-dekade adalah menjaga agar Irak tetap terpuruk, atau mencoba membuatnya tetap terpuruk. Kita melihat bahwa rakyat Irak tidak memiliki pertahanan udara, rezim Israel terbang di atas wilayah udara Irak tanpa hukuman, dan Amerika Serikat tidak melakukan apa pun untuk menghentikan hal ini. Tidak hanya mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya, mereka bahkan mencegah rakyat Irak untuk dapat membangun sistem pertahanan udara mereka sendiri.
Oleh karena itu, dengan penarikan pasukan Amerika Serikat, saya pikir kita melangkah satu tahap lebih dekat menuju hubungan Iran-Irak yang lebih kuat. Meskipun dalam jangka pendek Amerika Serikat akan terus mencekik perekonomian Irak dan mencegah kerja sama, saya yakin seiring dengan terus merosotnya imperium tersebut, kita akan melihat kerja sama yang semakin erat. Dan seiring dengan berkembangnya jalur perdagangan alternatif secara bertahap di antara negara-negara kuat di kawasan Global South, hal itu juga akan berdampak pada cara Irak dan Iran bekerja sama secara ekonomi.
Jadi saya optimistis mengenai hubungan Iran dan Irak, dan saya pikir hal ini memberikan manfaat bagi semua orang di kawasan ini, kecuali bagi rezim Israel dan perpanjangan tangan (proxies) Amerika Serikat.
