Ilustrasi ulasan Prof. Mohammad Marandi mengenai agresi Arab Saudi dan standar ganda terhadap penderitaan rakyat Yaman.

Profesor Mohammad Marandi menyoroti standar ganda dalam penggambaran agresi Arab Saudi terhadap Yaman, dengan menegaskan bahwa penderitaan akibat pengepungan Saudi selama ini diabaikan.

“Pihak Saudi telah membom Yaman siang dan malam, dan mereka memberlakukan pengepungan,” ujar Marandi dalam program The Grand Standoff: Iran and the World di Al Mayadeen, dengan mempertanyakan mengapa “nyawa rakyat Yaman dan penderitaan mereka” dianggap kurang penting sementara kepentingan AS diutamakan.

Ia berargumen bahwa narasi yang beredar memperlakukan rakyat Yaman sebagai “proksi” sementara menampilkan Saudi sebagai “sekutu,” padahal Arab Saudi adalah pihak yang memaksakan kelaparan serta “perang genosida dengan dukungan dari Barat.”

Marandi kemudian mengajukan pertanyaan inti dari argumennya: “Siapa yang harus dikecam? Apakah pihak Saudi yang harus dikecam atau rakyat Yaman?”

“Jelas pihak Saudi,” tegasnya.

Transkrip video:

Tamu Anda gagal memperhitungkan bahwa pihak Saudi telah membom Yaman siang dan malam serta memberlakukan pengepungan. Namun tampaknya nyawa rakyat Yaman dan penderitaan mereka tidak penting. Hanya aset-aset AS yang penting.

Rakyat Yaman dianggap sebagai proksi. Pihak Saudi dianggap sebagai sekutu. Rakyat Yaman dituduh sebagai agen Iran dan pihak Saudi dianggap sebagai pihak yang baik. Padahal, pihak Saudi adalah pihak yang memaksakan kelaparan di Yaman, yang memberlakuan perang genosida dengan dukungan dari Barat.

Dan apa yang dituntut oleh Yaman? Yaman menuntut agar pengepungan diakhiri. Dan apa yang justru dilakukan oleh pihak Saudi? Mereka membom Bandara Internasional Sana’a.

Jadi, siapa yang harus dikecam? Apakah pihak Saudi yang harus dikecam atau rakyat Yaman? Jelas pihak Saudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *