Oleh Dr. Ustaz Muhsin Labib
Yaman-Ansarallah membalas dan menghujani posisi pasukan Saudi dan milisi penopangnya di Yaman dengan drone dan rudal. Sasarannya tegas: konsentrasi pasukan serta fasilitas militer yang digunakan tentara Saudi dan rezim artifisialnya di bawah naungan Riyadh.
Dengan dalih menjaga keamanan dan menopang pemerintahan yang diklaim “sah”, Saudi mengintervensi Yaman, merongrong pemerintahan populer Yaman-Ansarallah, dan menyerang pasukannya. Riyadh berkepentingan melemahkan kekuatan Yaman-Ansarallah sembari bersuara nyaring bahwa mereka sedang “menjaga” jalur pelayaran Laut Merah.
Di sisi lain, rezim Zionis terus membombardir Gaza, meratakan bumi Palestina, dan menyerang Iran yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Yaman-Ansarallah kemudian membuka front perlawanan dari Yaman—menyerang kota-kota di wilayah yang diduduki rezim Zionis dan memblokade seluruh kapal yang terafiliasi dengan rezim penjajah tersebut di Laut Merah.
Maka, ketika Yaman-Ansarallah menghujani posisi Saudi dengan drone dan rudal, yang sedang berlangsung bukan sekadar bentrokan lokal antara Riyadh dan Yaman. Ini adalah aksi pembalasan terhadap konspirasi Saudi dan rezim pasangannya yang secara tidak langsung justru melindungi Israel dari jangkauan rudal dan drone Yaman-Ansarallah.
Lalu, apa sebenarnya kepentingan Saudi berdiri sebagai penghadang Yaman-Ansarallah?
Donald Trump sendiri menjawabnya secara gamblang
“If you look at Israel, Israel would be in big trouble without Saudi Arabia” (“Jika Anda melihat Israel, Israel akan berada dalam masalah besar tanpa Arab Saudi”).
Trump secara terbuka menyebut Saudi sebagai sekutu kuat yang sangat membantu posisi geopolitik Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Fakta ini menyingkap tabir di balik intervensi Saudi terhadap Yaman. Saudi tidak perlu mengibarkan bendera rezim Zionis. Saudi juga tidak perlu mengaku sebagai proksinya—hal itu tentu terlalu mengejutkan bagi para pengagumnya yang masih menganggap kerajaan tersebut semata pelindung Dua Kota Suci.
Rezim Saudi cukup menyerang dan memblokade Yaman-Ansarallah—sebuah kekuatan sosial, politik, dan militer yang didukung luas oleh rakyat Yaman yang terus berkomitmen membuka front perlawanan terhadap Israel.
Kini, siapa yang sebenarnya paling dibantu oleh tindakan Saudi di Yaman?
Jalur pelayaran siapa yang sebetulnya terganggu?
Keamanan dan ekonomi siapa yang sedang terancam?
Sapa yang paling berkepentingan ketika Saudi berhadapan dengan Yaman-Ansarallah?
Siapa yang paling diuntungkan saat benteng perlawanan Yaman digempur?
Jawabannya tidak sulit.
