Ilustrasi operasi keamanan rahasia evakuasi Donald Trump di Ankara Turki.

Menurut laporan CNN, Donald Trump meninggalkan Turki pada bulan Juli setelah KTT NATO dalam sebuah operasi keamanan rahasia.

Trump dipindahkan ke pesawat cadangan setelah sebelumnya diangkut keluar dari bandara menggunakan truk katering—sebuah detail yang pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post dan kemudian dikonfirmasi langsung oleh Trump.

CNN menggambarkan insiden ini sebagai hal yang memalukan, menyoroti kontras yang tajam antara citra Trump sebagai presiden yang kuat serta pemenang, dengan realitas perang melawan Iran di lapangan.

Jaringan berita tersebut mempertanyakan bagaimana klaim Washington—yang mengaku telah menghancurkan kemampuan militer Iran—dapat diselaraskan dengan fakta bahwa Presiden AS sendiri tidak dapat menjamin keselamatannya di wilayah negara sekutu NATO.

CNN menyebut peristiwa ini sebagai “kemenangan propaganda” bagi Iran, seraya menilai bahwa Teheran sama sekali tidak terlihat berada di ambang “keruntuhan” atau sedang mengupayakan kesepakatan damai.

Yang lebih signifikan, perang yang diklaim Trump telah ia menangkan tersebut justru menguras habis stok rudal AS, di mana penurunan persediaan mencapai sekitar 80% untuk rudal pencegat sistem pertahanan udara utama, menurut laporan tersebut.

Lantas, apakah truk katering di Ankara itu menyingkap apa yang coba disembunyikan Washington di balik narasi “kemenangan”-nya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *