Melansir Press TV, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran telah menang, baik di medan perang maupun di lini diplomasi, selama agresi AS-Israel dan perang 12 hari baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa perlawanan Iran pada akhirnya memaksa musuh untuk mengupayakan perundingan.
Berbicara pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara sektor diplomasi dan sektor kesehatan pada hari Selasa untuk merawat serta membangun kembali infrastruktur yang rusak selama perang baru-baru ini, Araghchi menyampaikan bahwa perang 12 hari tersebut—seperti halnya perang Iran-Irak selama delapan tahun—menampilkan “pemandangan luar biasa” atas keberanian dan pengorbanan rakyat Iran di semua sektor.
Ia mengatakan bahwa upaya seluruh pria dan wanita Iran memastikan mata pencaharian masyarakat serta akses terhadap kebutuhan hidup, kesehatan, higienitas, dan layanan medis tidak terganggu selama agresi berlangsung.
“Iran telah membuat angkatan bersenjata konvensional terbesar di dunia tidak berdaya dan menaklukkannya. Ini bukanlah sekadar slogan; ini adalah kenyataan,” tegas Araghchi, seraya menambahkan bahwa Republik Islam telah membuktikan kepada dunia bahwa negara tersebut merupakan kekuatan yang tangguh dan pantang menyerah.
