๐๐๐ฏ๐๐ข ๐ฝ๐๐ฃ๐ ๐๐’๐ช๐ ๐ข๐๐ฃ๐ช๐ฃ๐๐ช๐ ๐ ๐๐ฃ ๐ก๐ค๐ฎ๐๐ก๐๐ฉ๐๐จ ๐จ๐๐๐๐๐๐ ๐ฅ๐๐ข๐ช๐๐ ๐๐ช๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐ฃ (๐ผ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ ๐๐๐ฃ ๐๐จ๐ง๐๐๐ก), ๐๐๐ง๐ก๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ๐ ๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐ฉ๐ค๐ฅ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐ก๐๐ฎ๐๐ฃ ๐๐ช๐ ๐ ๐ค๐ฉ๐ ๐จ๐ช๐๐ (๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ฃ๐๐).
Oleh : Ahmad Khozinudin
Perang Iran vs Amerika & Zionis Israel, bukan hanya mengungkap klaim kosong AS sebagai negara adidaya. Serangan rudal dan drone Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, membuktikan bahwa Amerika bukanlah negara adidaya melainkan hanya seonggok negara tak berdaya.
Jangankan meneguhkan klaim sebagai payung keamanan kawasan, yang berdiri di atas tanah kaum Muslimin, yang diserahkan kedaulatan wilayahnya oleh para penguasa antek untuk pangkalan militer AS (Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania dan Irak), bahkan kekuatan militer Amerika saat ini tak mampu memberikan perlindungan bagi keamanan dan kepentingan nasional Amerika sendiri di kawasan.
Seluruh pangkalan militer Amerika di Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Irak, luluh lantak oleh serangan drone dan rudal Iran. Sistem pertanahan rudal THAAD Amerika dan Iron Dome kebanggaan Israel, sangat mudah diterobos drone dan rudal-rudal Iran, seperti guyuran hujan deras yang dengan mudah melewati jaring gawang sepak bola.
Di sisi lain, perang Iran vs AS dan Israel juga mengungkap kebobrokan dan pengkhianatan para penguasa di kawasan, khususnya rezim Bani Saโud (Kerajaan Arab Saudi). Arab Saudi, yang tidak pernah menembakkan satupun peluru ke wilayah Israel untuk membela kesucian al-Quds dan darah saudara Muslim di Palestina, justru aktif memerangi saudara Muslim di Yaman dengan dalih memerangi Syiah Houthi.
Sentimen Sunni-Syiah yang jadi alat propaganda Amerika untuk melakukan pecah-belah dunia Islam, justru gencar dijajakan Arab Saudi. Arab Saudi, bersama koalisi Wahabi berbaju Salafi, terus mendengungkan kontra Syiah namun tak ada sepatah katapun ujaran perlawanan mereka pada Amerika & Zionis Israel.
Alih-alih membebaskan Palestina sebagaimana yang dilakukan Khalifah Umar RA dan Sholahuddin Al Ayyubi, koalisi Wahabi Saudi justru meminta rakyat Palestina menyerahkan tanah Asy-Syam, lalu hijrah (baca: minggat) entah kemana. Tak ada satupun seruan jihad untuk melawan Zionis Israel dan Amerika, yang keluar dari mulut penguasa arab dan para ulama Wahabi berbaju Salafi penyembah Raja Arab.
Kini, Saudi Arabia membentuk koalisi militer bukan untuk melawan Amerika dan Zionis. Koalisi ini, justru dibentuk untuk menyerang Saudara Muslim di Yaman. Lagi-lagi, dengan dalih Syiah Houthi.
Wahai kaum Muslimin!
Kalian diikat dengan akidah Islam, bukan sentimen mazhab atau ta’ashub pada bangsa! Bukan karena Sunni atau Syiah!
Kalian diikat dengan akidah Islam, dan kalian dimuliakan karena Islam. Bukan karena kebangsaan.
Dahulu, orang Arab dimuliakan dengan Islam. Sejumlah periode Kekhilafahan Islam dikuasai oleh bangsa Arab.
Dahulu, orang Turki dimuliakan dengan Islam. Sejumlah periode kekhilafahan Islam dikuasai oleh bangsa Turki.
Hari ini, para penguasa baik bangsa Arab maupun Turki telah menelantarkan Islam. Mereka menghinakan diri, tunduk pada Amerika dan Israel. Mereka, rela melihat darah kaum Muslimin, baik di Palestina maupun di Yaman, termasuk di Iran, ditumpahkan oleh Amerika dan Israel.
Dan kini…
Mereka berkoalisi aktif untuk ikut menumpahkan darah saudara Muslim di Yaman dan Iran. Mereka membentuk koalisi, untuk menjalankan agenda Amerika, berperang sesama umat Islam.
Wahai umat Islam!
Wahai kaum Sunni!
Di mana kemuliaan kalian!
Di mana persatuan kalian!
Rezim Arab Saudi tidak menjaga dua kota suci, melainkan hanya mengelolanya demi devisa. Pelayan dua kota suci hanyalah topeng, karena hakikatnya rezim Arab Saudi adalah pelayan dua setan, yakni setan Amerika dan Israel.
