Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Pasukan Daratnya meluncurkan serangan balasan gabungan rudal dan drone pada Rabu dini hari, 2 September, ke Pangkalan Udara Ali Al-Salem milik AS di Kuwait. Serangan tersebut mengincar pusat komando dan kediaman komandan pangkalan AS, seraya menambahkan bahwa hal ini “membuktikan bahwa IRGC memiliki intelijen dan pengawasan penuh atas pergerakan AS di seluruh kawasan.”
- Operasi ini diluncurkan menyusul serangan AS terhadap sebuah rumah penduduk di Sirik saat berlangsungnya pesta pernikahan, yang melukai hampir 70 warga sipil serta menewaskan empat orang lainnya, termasuk seorang anak-anak.
- IRGC menyebutkan bahwa gempuran tersebut merupakan bagian dari operasi balasan yang lebih luas, yang sebelumnya juga menargetkan pangkalan atau posisi militer AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil.
- Menurut pernyataan resmi tersebut, beberapa personel AS tewas, sementara sebuah hangar drone dan landasan peluncuran yang digunakan untuk drone penyerang Iran terbakar serta menyebabkan beberapa unit drone hancur.
- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa “Iran akan membalas kejahatan brutal ini secara tegas. Namun, pemerintah dan organisasi internasional yang tetap bungkam di hadapan kebiadaban ini—atau berusaha membenarkannya—harus memahami bahwa kebungkaman mereka bukanlah bentuk netralitas.”
- IRGC menambahkan: “Serangan-serangan ini ditujukan untuk membantu kalian membersihkan tanah yang suci dan bumi bagi rakyat yang dermawan, Kuwait, dari keberadaan kaum kafir Amerika.” Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai nasib komandan AS tersebut.
