Ilustrasi pencabutan sanksi dan ekspor senjata AS ke Suriah di bawah kepemimpinan baru.

Amerika Serikat (AS) telah mencabut larangan menyeluruh yang telah lama berlaku dari masa pemerintahan Assad terhadap ekspor senjata ke Suriah, yang memungkinkan pemerintah sekarang untuk meninjau penjualan perlengkapan pertahanan dan transaksi layanan keamanan secara kasus per kasus (case-by-case). Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka menghapus Suriah dari daftar negara yang tunduk pada kebijakan penolakan lisensi ekspor dan persetujuan lainnya di bawah Regulasi Perdagangan Senjata Internasional (International Traffic in Arms Regulations / ITAR).

Perubahan regulasi ini mengimplementasikan keputusan yang disetujui oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 19 Agustus dan secara resmi mulai berlaku pada 2 Oktober. Langkah tersebut tidak secara otomatis mengesahkan penjualan senjata ke Suriah, karena setiap pengajuan izin tetap akan tunduk pada peninjauan dan persetujuan pemerintah.

Keputusan ini muncul seiring langkah pemerintahan Trump yang mengejar hubungan diplomatik dan perdagangan yang lebih erat dengan Suriah pasca-runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024. Washington sebelumnya juga telah mencabut sanksi ekonomi luas dan menghapus Suriah dari daftar Negara Sponsor Terorisme (State Sponsors of Terrorism) sebagai bagian dari keterlibatan AS dengan kepemimpinan baru negara tersebut di bawah figur yang menobatkan dirinya sendiri sebagai Presiden Ahmed al-Sharaa — yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin Al-Qaeda, Jolani.

Ironi politik

Pencabutan larangan ekspor senjata ini menjadi bukti nyata bagaimana Washington memperlakukan sekutu baru mereka di Damaskus (pemerintahan transisi di bawah Ahmed al-Sharaa/Jolani) dengan fasilitas pelonggaran strategis—sesuatu yang mustahil didapatkan di era kedaulatan Suriah di bawah Bashar al-Assad yang konsisten melawan hegemoni imperialis AS dan Israel.


𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝗧𝗠𝗝 𝗡𝗲𝘄𝘀 𝗡𝗲𝘁𝘄𝗼𝗿𝗸

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *