Oleh Tengku Zulkifli Usman
Penolakan terhadap Pakta Mekkah (Mecca Joint Defence Agreement) saat ini menguat di Turki, partai oposisi terbesar di Turki mengambil sikap anti pakta Mekkah.
Banyak politisi Turki saat ini anti pakta Mekkah, dan banyak akademisi, intelektual, dan rakyat Turki menolak keterlibatan Turki dalam pakta Mekkah, termasuk mengirim pasukan ke Yaman untuk membantu Saudi.
Rakyat Turki saat ini sedang membaca dengan cermat manuver Erdogan, jika Erdogan memutuskan mengirim pasukan ke Saudi untuk melawan Yaman, atau Erdogan masuk lebih dalam ke dalam pakta Mekkah dengan realisasi yang riil membantu Saudi melawan Yaman, maka ini akan menjadi pertaruhan Erdogan sendiri.
Presiden Donald Trump sendiri tadi malam dalam pidatonya, ia mendorong Turki dan Erdogan untuk masuk ke dalam konflik Yaman membantu Saudi.
Saat ini, hanya Pakistan yang “lebih aktif” mambantu Saudi menghadapi Ansarallah—yang disimplifikasi dengan sebutan “Houthi” oleh media Barat dan pengikutnya—di Yaman. Itu pun bukan karena kehendak rakyat Pakistan, tapi hasil suap Saudi ke beberapa petinggi militer Pakistan secara personal.
Saat ini, setelah banyak tekanan dalam negeri, Erdogan mulai menjaga jarak dengan Saudi, dalam arti hanya mengecam Houthi secara retorika, bukan aksi nyata melawan Houthi dan membantu Saudi.
Anda bisa catat, menurut saya, jika satu batalion saja tentara Turki benar-benar dikirim oleh Erdogan untuk membantu Saudi memerangi Yaman, maka dalam pemilu Turki dalam waktu dekat, Erdogan akan terjungkal. Bahkan bukan hanya terjungkal, jika itu dilakukan Erdogan, maka selain akan kalah pemilu, akhir karir politik Erdogan akan mengenaskan.
