Anak Yaman duduk di antara puing bangunan yang hancur akibat serangan udara dengan bendera Yaman di latar belakang.

Di saat lembaga-lembaga internasional mengecam Angkatan Bersenjata Yaman, serangan udara bertahun-tahun yang menghancurkan warga sipil, pasar, dan infrastruktur justru lama disambut dengan keheningan global.


24 serangan udara di bandara Sanaa, nol kecaman

Arab Saudi telah menargetkan Bandara Internasional Sanaa lebih dari dua lusin kali, sehingga melumpuhkan pergerakan esensial warga sipil dan akses bantuan kemanusiaan.

Meskipun terdapat serangan beruntun terhadap infrastruktur vital Yaman, negara-negara Barat dan organisasi internasional tidak mengeluarkan sepatah kata kecaman punโ€”menyingkap standar ganda yang nyata dalam diplomasi global.

Pola impunitas di Yaman

Pasar Mastaba (Maret 2016)

Setidaknya 119 warga sipil tewas, termasuk 25 anak-anak, dalam serangan langsung ke pasar umum yang ramai.

Aula pemakaman Sanaa (Oktober 2016)

Lebih dari 140 tewas dan 500 lebih korban luka-luka dalam serangan udara beruntun (double-tap) yang menargetkan aula pemakaman yang padat.

Pernikahan Bani Qais (April 2018)

20 hingga 33 warga sipil tewas, termasuk sang pengantin wanita, ketika jet-jet koalisi membom sebuah perayaan pernikahan.

Bus sekolah Dahyan (Agustus 2018)

50 tewas, termasuk 40 anak-anak, dihantam oleh bom MK-82 seberat 500 pon buatan AS.

Keterlibatan Barat dan perdagangan Senjata

Kampanye koalisi pimpinan Saudi di Yaman telah dimungkinkan oleh penjualan senjata Barat senilai miliaran dolar, intelijen militer, dan dukungan logistik.

Dari bom MK-82 buatan AS yang menghantam bus sekolah hingga amunisi pasokan Inggris yang menyerang target-target sipil, negara-negara Barat tetap menjadi mitra kunci dalam upaya perang Arab Saudi sekaligus melindungi koalisi dari pertanggungjawaban internasional.

Beban kemanusiaan dan kemarahan selektif

Pemboman tanpa henti oleh Arab Saudi selama bertahun-tahun telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan puluhan ribu warga sipil dan menghancurkan infrastruktur vital.

Sementara negara-negara Barat dengan cepat menuntut penghormatan terhadap hukum internasional ketika itu menguntungkan mereka, keheningan total mereka atas kejahatan perang Saudi menyingkap realitas yang kelam: dalam geopolitik global, nyawa warga sipil ditimbang di atas timbangan politik.


๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ: ๐—ง๐—ต๐—ฒ ๐—–๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—น๐—ฒ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *