Sebuah investigasi baru-baru ini yang diterbitkan pada 23 Oktober oleh MeidasTouch dan VALOR Media Network menampilkan foto-foto, video, serta kesaksian langsung yang mengklaim bahwa pasukan AS dan keluarga mereka dibiarkan dalam kondisi yang sangat terancam selama serangan balasan Iran. Para anggota militer menggambarkan pangkalan-pangkalan militer yang rusak, sistem pertahanan udara yang tidak memadai, kekurangan pasokan kebutuhan dasar, serta ketiadaan peringatan dini saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. “Kondisinya jauh lebih buruk dari yang disadari orang-orang,” ungkap salah satu sumber.
Foto-foto dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi dilaporkan memperlihatkan kerusakan luas pada tempat tinggal, fasilitas makan, dan infrastruktur militer. Sumber-sumber menyebutkan bahwa suatu serangan merusak satu pesawat pengawas E-3 Sentry dan dua pesawat pengisi bahan bakar KC-135, serta melukai antara 10 hingga 12 personel. Di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, serangan yang datang berulang kali dilaporkan melumpuhkan sistem peringatan dini, sementara hantaman rudal merusak pesawat dan fasilitas krusial lainnya. Laporan tersebut juga menggambarkan serangan-serangan mematikan terhadap barak-barak militer, termasuk serangan pada 17 Juli yang diduga menewaskan tiga anggota militer AS dan melukai empat lainnya.
Keluarga militer menuduh para pejabat Pentagon menolak untuk melevakuasi anggota keluarga (dependants) meskipun rencana darurat sudah ada, yang diduga karena khawatir evakuasi tersebut akan membuat situasi terlihat lebih buruk di dalam negeri. Di Bahrain, beberapa keluarga dilaporkan berlindung di gedung parkir saat serangan meningkat, sementara yang lain mengaku terlantar setelah infrastruktur bandara mengalami kerusakan. Para anggota militer menggambarkan bagaimana mereka bersembunyi di tempat perlindungan seadanya atau melarikan diri dari pangkalan demi keselamatan. Tuduhan-tuduhan ini memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan militer, perlindungan pasukan, serta perlakuan terhadap personel dan keluarga mereka selama perang berlangsung. Klaim-klaim investigasi ini belum diverifikasi secara independen secara penuh.
πππΊπ―π²πΏ: π§π π π‘π²ππ π‘π²πππΌπΏπΈ
