Ilustrasi analisis manipulasi narasi dan propaganda media mainstream Barat dalam geopolitik global.

𝗢𝗹𝗲𝗵 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗸𝘂 𝗭𝘂𝗹𝗸𝗶𝗳𝗹𝗶 𝗨𝘀𝗺𝗮𝗻

Coba Anda perhatikan narasi-narasi yang diproduksi oleh media-media Barat (Western Media Narrative).

Mereka bilang, Rusia adalah ancaman bagi Eropa. Mereka bilang Rusia harus dilemahkan agar tidak menjadi ancaman bagi Eropa.

Mereka bilang, Iran adalah ancaman bagi Timur Tengah, Iran harus digulingkan karena tiran dan diktator.

Negara-negara Amerika Latin yang menolak tunduk kepada AS, adalah para pengkhianat, antisemit, dst.

Mereka bilang China adalah negara komunis berbahaya, diktator, pelanggar HAM, dst.

Media-media Barat melalui pejabat-pejabat dan para pemikir mereka bilang, Hamas adalah teroris, Hizbullah Lebanon adalah teroris, IRGC adalah militer teroris, semua yang anti-Israel adalah teroris.

Mereka bilang, Israel adalah negara demokrasi, Israel adalah satu-satunya negara demokratis di Timur Tengah, dan negara-negara Arab pro-Israel adalah negara yang sejahtera dan makmur.

Semua narasi ini diproduksi untuk membela kepentingan Barat dan menyebarkan kebohongan. Karena semua yang tidak mau tunduk kepada AS adalah negara musuh, negara nakal, dan negara pembangkang.

Semua narasi tersebut sangat jauh dari realitas. Semua fakta-fakta di lapangan menunjukkan bahwa narasi sesat-menyesatkan ini sengaja diproduksi terus-menerus agar masyarakat percaya.

Coba Anda lihat negara-negara Arab sekutu AS, di Arab Saudi tidak ada demokrasi, tidak ada pemilu, tidak ada kebebasan berbicara, tidak boleh ngomongin kerajaan apalagi mengkritiknya.

Coba Anda lihat di Mesir yang sekarang jadi boneka Barat, lebih 50% rakyatnya hidup miskin, di Saudi 30% rakyatnya miskin. Di negara-negara Arab begitu banyak rakyat miskin, pemimpin yang diktator, bodoh, ingusan, dan tidak kompeten.

Tapi karena negara-negara ini pro-AS dan Israel, maka mereka dikategorikan oleh media Barat sebagai negara maju, makmur, dst. Ini adalah perang narasi dan pola penggiringan opini publik secara global yang menyesatkan.

AS menggelontorkan uang kepada negara Arab yang mau damai dengan Israel. 1,6 miliar dolar bantuan ke militer Mesir setiap tahun, agar Mesir terus menjadi penjaga keamanan Israel. Oleh karena itu, Mesir menutup pintu perbatasan mereka dengan Gaza.

AS berikan uang ke Yordania, miliaran dolar pertahun, agar negara boneka ini terus-menerus menjadi poros AS-Israel, untuk melawan musuh-musuh Israel di kawasan.

AS kasih senjata dan perlindungan sistem pertahanan udara ke negara-negara Arab untuk menghadapi Iran, untuk menghambat Iran, dan untuk melemahkan Iran. Walaupun gagal.

Mereka mendukung pemilu jika pemilu itu menguntungkan mereka, tapi jika pemilu itu tidak menguntungkan mereka, mereka menuduh pemilu itu curang. Hasil Pemilu di Gaza tidak diakui tahun 2006, pemilu di Iran 2009 dibuat rusuh.

Pemilu Mesir yang memenangkan Mohamed Morsi dikudeta. Pemilu Iran 1952 yang menghasilkan pemimpin demokrasi Perdana Menteri Mohammed Mossadegh tidak diakui dan beliau digulingkan. Masih begitu banyak contoh-contoh lain yang tidak bisa ditulis satu-persatu.

Hukum yang berlaku di dunia ini adalah hukum rimba, semua perangkat PBB, NATO, dll. adalah buatan AS untuk menguasai dunia dan melakukan penyimpangan dan kerusakan. Dikemas dengan sok-sok-an institusi internasional.

Ketika ada negara seperti Iran, maka mereka tidak bisa tidur kecuali setelah menggulingkannya, kalau ada pemimpin seperti di Mesir tahun 2012, mereka berpikir siang-malam bagaimana cara menjatuhkannya. Bahkan Erdogan saja yang dianggap moderat tetap coba dikudeta tahun 2016 lalu.

Barat menyebarkan narasi bohong siang-malam, melalui kanal-kanal media besar yang mereka kuasai. Semua narasi itu disebar ke seluruh dunia setiap hari. Tidak kurang sekarang, 12 juta berita yang bersumber dari media Barat disebar dan di-copy-paste oleh media-media lain di seluruh dunia, termasuk media-media di Indonesia.

Sambil menyebar narasi bohong, mereka juga di saat yang sama menutup berita yang benar, kondisi riil Arab Saudi ditutup-tutupi, joget semi telanjang di dekat Mekkah dan Madinah pun demikian, bahkan sebaliknya dipuji dengan kalimat bahwa Saudi sekarang menjadi negara modern.

Kondisi di Mesir dan negara Arab lain yang jadi sekutu mereka, mereka tutupi. Penangkapan aktivis, penjara raksasa Mesir yang menampung lebih 70.000 tahanan Ikhwanul muslimin ditutup media, kondisi kemiskinan ekstrem di Mesir ditutupi. Yang diperlihatkan hanya yang bagus-bagus dan yang menguntungkan narasi media Barat untuk kepentingan mereka.

Rezim-rezim monarki Arab yang super korup, bobrok, pro-Israel, pencitraan tentang Palestina, dan pembelaan mereka terhadap Zionis ditutupi. Mereka membayar pemikir, jurnalis, ulama-ulama dolar plat merah, dst. untuk membela narasi kebohongan ini terus-menerus.

Masyarakat kita mayoritas awam, tidak punya pengetahuan yang baik soal itu, tidak paham media setting, tidak paham tentang cara memfilter media, tidak mengerti agenda setting dan analisis konten media, dst.

Masyarakat kita mayoritas awam, tidak paham mana agenda-agenda geopolitik Barat yang sejatinya adalah bohong, apa persoalan intinya, apa substansi masalahnya, dst.

Bahkan tokoh-tokoh agama pun banyak yang bodoh-bodoh bagaimana sistem ini bekerja, bagaimana logika geopolitik bekerja, bagaimana agenda setting ini bekerja.

Banyak buzzer juga dikerahkan untuk membela narasi bohong ini setiap saat. Banyak tokoh-tokoh agama dan ustadz-ustadz bodoh yang ceramah di mimbar dengan sok tau dan tidak sesuai kepakarannya, berbicara seenaknya yang jauh dari kebenaran. Hanya untuk membela narasi-narasi Barat ini.

Banyak penulis, jurnalis, intelektual, yang kalau kita perhatikan konten-konten mereka sangat dangkal, asal bicara, buta fakta, dan mungkin sebagian memang dibayar untuk melakukan penyesatan itu secara sengaja di seminar-seminar.

Ini adalah realitas era sekarang, era post truth, era kebohongan yang terstruktur dan dibela oleh buzzer-buzzer bayaran sampai buzzer gratisan.

Tapi dunia sekarang sudah berubah, kita memasuki era multipolar dalam geopolitik, dan era disrupsi media. Tidak semua orang sekarang bisa ditipu lagi oleh opini-opini media-media mainstream.

Dunia sudah berubah, dan narasi-narasi lebih ini semakin tidak laku kecuali bagi mereka yang tak mau memakai otak dan akal kritis untuk berpikir dan menelaah.

Banyak hal di dunia sekarang sudah berubah, bukan hanya disrupsi media, tapi juga terjadi disrupsi teknologi, komunikasi, dll. Kita masuk era AI yang tantangannya semakin kompleks dan dunia yang semakin kompetitif.

Orang-orang bodoh akan terus menjadi korban perubahan zaman ini, dan dan negara-negara lemah dengan tata kelola yang bobrok, sejatinya mereka sedang menabung banyak masalah serius di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *