𝗢𝗹𝗲𝗵 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗸𝘂 𝗭𝘂𝗹𝗸𝗶𝗳𝗹𝗶 𝗨𝘀𝗺𝗮𝗻
AS saat ini telah mengeluarkan warning kepada semua warganya yang ada di Timur Tengah, bahwa kemungkinan akan ada eskalasi yang meningkat antara Ansarallah Yaman dan Arab Saudi.
Setelah sekian lama, ibu kota Arab Saudi Riyadh yang selama ini aman damai, sekarang berubah menjadi api, saat balistik-balistik dari Yaman menghantam Riyadh secara langsung.
Selama ini Saudi bebas melakukan serangan udara ke Yaman, dan Riyadh tidak tersentuh, tapi sekarang kota-kota di Arab Saudi dihujani balistik dan drone.
Selama ini Saudi membunuh warga sipil Yaman dengan bebas dengan serangan udara yang pengecut. Tapi kini Ansarallah telah mampu membalas dengan balasan setimpal. Angkatan bersenjata Yaman sekarang mandiri menciptakan senjata buatan dalam negeri sendiri.
Para pimpinan Ansarallah kemarin telah memperingatkan Arab Saudi, bahwa masa-masa di mana Saudi bebas melakukan kejahatan di Yaman sementara Saudi tak tersentuh sudah berakhir. Sekarang Yaman akan menyerang Arab Saudi kapanpun dianggap perlu.
Bahkan jika Pakistan dan Turki memasuki konflik dengan membantu Saudi melakukan serangan ke Yaman. Maka Yaman juga akan menyerang balik langsung ke Turki dan daratan Pakistan.
Salah satu petinggi Ansarallah, Muhammad al-Bukhaiti secara langsung mengatakan di media, bahwa jika pemimpin Pakistan dan Erdogan masuk dalam konflik membantu Saudi dan menyerang Yaman, maka Pakistan dan Turki akan dipukul dengan tangan besi kami.
Soal pembunuhan warga sipil Yaman yang dilakukan oleh Saudi selama puluhan tahun secara acak dan membabi buta dengan pesawat tempur, maka kini Yaman juga akan menyerang acak ke Saudi walaupun target sipil. Mata akan dibalas mata. Hal Ini disampaikan oleh petinggi militer Ansarallah lain, Ali ad-Dailami.
Jarak Antara Yaman dan Pakistan adalah sekitar 2300 km, dan jarak antara Yaman dan Turki sekitar 2900 km, kalau Yaman mengancam menyerang Pakistan dan Turki, artinya Yaman juga telah mempersiapkan senjata yang bisa menembus langsung daratan Pakistan dan Turki.
Ansarallah pernah kehilangan 13 orang menterinya dalam satu serangan udara AS yang berkolaborasi dengan Saudi tahun lalu. Pukulan demi pukulan diterima para pejuang Yaman tetapi mereka pantang menyerah. Kondisi di lapangan, Ansarallah justru semakin membesar. Jumlah anggotanya naik dari 220.000 pada 3 tahun lalu menjadi 350.000 di tahun ini.
AS, Israel, Inggris, Saudi dan beberapa negara Teluk pernah berkolaborasi menyerang Ansarallah lewat udara. Tapi Ansarallah yang kerap disebut media-media mainstream sebagai Houthi itu tidak melemah bahkan semakin kuat. Sampai-sampai pekan lalu mereka mampu merebut wilayah baru yang strategis yang selama ini dikuasai koalisi Saudi. Menyebabkan korban di pihak Saudi yakni 2000 tentara bayaran.
Balistik-balistik yang ditembakkan dari Yaman ke 8 provinsi di Arab Saudi dalam 2 hari ini, adalah pesan yang sangat jelas, bahwa bom-bom yang lebih kuat dan lebih menghancurkan akan dikirim menuju Arab Saudi apabila Saudi memilih terus melakukan tekanan ke Yaman.
Nyaris sekarang tidak ada kota-kota di Saudi yang akan aman, bahkan ibu kota Saudi dan fasilitas militer dan minyak yang dijaga ketat oleh sistem pertahanan udara AS selama ini, juga jebol dan tidak mampu menahan serangan Ansarallah.
Kota-kota target di Saudi adalah kota-kota yang memiliki aset-aset strategis, baik itu minyak, bandara, pipa minyak dan gas, tempat-tempat storage penyimpanan minyak raksasa, dan fasilitas-fasilitas militer Saudi.
Saudi saat ini juga terus membeli senjata dan pesawat tempur dari AS, tapi jangan lupa, tentara Saudi tidak bisa berperang, pesawat tempur canggih Saudi tidak bisa berguna di tangan tentara Saudi. Dan ini telah terbukti dengan Ansarallah Yaman yang tetap kokoh dan terus maju pesat.
Jika konflik terus meluas, maka Ansarallah dipastikan akan menyerang Saudi dengan serangan yang lebih mematikan, dan akan membuat rezim Wahabi itu kewalahan.
Saat ini di Yaman, benteng terakhir pemerintahan dalam pengasingan Yaman berbasis di Riyadh yang didukung Saudi, AS, dll. hanya tersisa di Taiz dan Maarib. Jika dua benteng terakhir ini jatuh ke tangan Ansarallah, maka pemerintah boneka bekingan Saudi tersebut akan jatuh.
