Pemimpin Ansarallah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, menolak klaim Arab Saudi yang menyebut kelompoknya berusaha menargetkan Mekkah. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “kedustaan keji” dan bagian dari kampanye untuk membenarkan tindakan militer Saudi di Yaman. Ia menegaskan bahwa rakyat Yaman menghormati Islam dan tempat-tempat sucinya, seraya menuding Riyadh menggunakan senjata pasokan AS terhadap rakyat Yaman.
Perselisihan ini terjadi menyusul pengumuman Arab Saudi bahwa pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone Ansarallah di selatan Mekkah pada 15 September, sebelum memasuki ruang udara terlarang kota tersebut. Otoritas Saudi menggambarkan insiden itu sebagai upaya serangan kedua ke Mekkah, setelah insiden rudal pada tahun 2017. Ansarallah telah membantah pernah menargetkan Mekkah atau tempat suci Islam mana pun.
Al-Houthi mengatakan Arab Saudi “berupaya mengendalikan Yaman” dan “menolak untuk menjalin hubungan yang didasarkan pada rasa saling menghormati.” Ia menegaskan, “Tidak ada yang mempercayai klaim Saudi bahwa Yaman menyerang kesucian Islam,” seraya menambahkan bahwa rakyat Yaman “selalu menghargai, menghormati Islam, dan mengagungkan tempat-tempat sucinya.” Ia juga menyatakan: “Kami, sebagai rakyat Yaman, siap mengorbankan diri demi membela Kota Suci Mekkah,” sembari menuding Riyadh mengerahkan “seluruh kemampuan propagandanya” untuk membenarkan apa yang ia sebut sebagai kejahatan sistematis terhadap rakyat Yaman.
πππΊπ―π²πΏ: π§π π π‘π²ππ π‘π²πππΌπΏπΈ
