Presiden Donald Trump telah mencalonkan Anggota DPR AS dari Partai Republik asal Texas, Wesley Hunt, untuk menjadi Duta Besar AS berikutnya untuk Arab Saudi, serta telah mengirimkan pencalonan tersebut ke Senat untuk mendapatkan konfirmasi. Hunt, seorang mantan pilot helikopter Apache Angkatan Darat AS yang pernah bertugas di Irak dan menghabiskan dua tahun sebagai penghubung diplomatik di Arab Saudi, dicalonkan saat Riyadh menghadapi gelombang serangan baru dari Yaman dan peningkatan ketegangan regional.
Hunt telah berulang kali mengkritik Islam dan hukum Syariat dengan mengutip pengalamannya selama berada di Arab Saudi. Pada Januari 2026, ia memperingatkan bahwa “mandat” Islam adalah untuk menyusup ke negara-negara lain dan pada akhirnya menguasai mereka. Ia juga menyatakan bahwa rakyat Amerika harus khawatir terhadap impor sistem-sistem yang “merusak komunitas.” Kelompok-kelompok advokasi Muslim mengecam pernyataan-pernyataan tersebut sebagai retorika anti-Islam.
Hunt juga mempertahankan posisi yang sangat pro-Israel. Pada sebuah acara AIPAC tahun 2022, ia menyebut Israel sebagai “satu-satunya sekutu sejati” Amerika di Timur Tengah dan menyatakan bahwa Washington harus tetap berhati-hati, bahkan terhadap negara-negara yang telah bergabung dalam Abraham Accords (Perjanjian Abraham). Ia mendukung perluasan perjanjian tersebut, sementara Arab Saudi terus mensyaratkan bahwa normalisasi dengan Israel hanya akan terjadi jika ada kemajuan menuju pembentukan negara Palestina. Jika dikonfirmasi oleh Senat, Hunt akan menduduki jabatan tersebut di tengah negosiasi sensitif AS-Saudi dan eskalasi perang di kawasan.
πππΊπ―π²πΏ: π§π π π‘π²ππ π‘π²πππΌπΏπΈ
