Ilustrasi Benjamin Netanyahu dan Mohammed bin Salman berlatar matriks data intelijen rahasia.

Arab Saudi dan Israel telah secara signifikan memperdalam koordinasi militer dan intelijen secara terselubung saat keduanya menghadapi meningkatnya pengaruh Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) di Laut Merah, menurut sebuah laporan dari Scheerpost.

Berdasarkan laporan tersebut, kerja sama ini mencakup intelijen Israel yang diduga diberikan kepada Riyadh untuk membangun “daftar target” (target bank) di Yaman, kontak antara pejabat militer Saudi dan Israel, serta diskusi yang lebih luas mengenai koordinasi regional dalam menghadapi pemerintah Yaman yang berbasis di ibu kota Sana’a. Hal ini terjadi meskipun Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Laporan itu berargumen bahwa pencapaian pasukan Yaman di sepanjang pesisir Bab al-Mandab makin menyelaraskan kepentingan strategis Saudi dan Israel, khususnya terkait kendali atas salah satu jalur pelayaran maritim paling penting di dunia.

Laporan tersebut juga menyoroti jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil akibat serangan udara intensif Saudi di berbagai wilayah Yaman, termasuk serangan yang dilaporkan menyasar pasar dan kawasan pemukiman. Meskipun laporan tersebut mengaitkan eskalasi ini dengan meningkatnya koordinasi Saudi-Israel, laporan itu mencatat bahwa mereka tidak dapat memverifikasi secara independen apakah lokasi sipil tertentu yang dihantam pesawat tempur Saudi dipilih menggunakan data intelijen dari Israel.

Laporan ini menyajikan perkembangan tersebut sebagai bukti dari hubungan keamanan Saudi-Israel yang kian erat di balik layar, yang muncul seiring terus bergesernya peta keseimbangan kekuatan di sekitar Yaman dan Laut Merah.


๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ: ๐—”๐—น ๐— ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฒ๐—ป ๐—˜๐—ป๐—ด๐—น๐—ถ๐˜€๐—ต

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *