Arab Saudi telah menghapus pernyataan yang menegaskan bahwa “umat Islam tidak akan pernah menyerahkan Al-Quds” dari buku pelajaran bahasa Arab kelas 11. Sementara itu, lembaga riset berbasis di wilayah pendudukan Israel, IMPACT-se, melaporkan perubahan tersebut seraya menyambut baik langkah Arab Saudi yang dinilai meninggalkan perjuangan Palestina, serta mendesak revisi lebih lanjut terhadap kurikulum Arab Saudi.
- Tinjauan lembaga riset pendudukan tersebut pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa beberapa rujukan mengenai Palestina dan Zionisme telah diperhalus atau dihapus, termasuk mengganti frasa “musuh Zionis” menjadi “pendudukan Israel” dan menghapus nama “Palestina” dari sejumlah peta.
- IMPACT-se menyatakan, “Meskipun perubahan terminologi tersebut mengurangi sikap permusuhan terhadap Israel, penggunaan istilah ‘Pendudukan Israel’… terus mencerminkan posisi tidak mengakui Israel.”
- Lembaga tersebut juga mengkritik buku-buku pelajaran Saudi karena terus menggambarkan Israel sebagai sebuah pendudukan dan karena mengutip usulan yang tercatat pada tahun 1940 dari pemimpin Zionis Chaim Weizmann untuk menawarkan uang kepada pendiri Arab Saudi, Abdulaziz Ibn Saud, sebagai imbalan agar ia meninggalkan perjuangan Palestina.
𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝗩𝗣𝗢𝗟 (𝗩𝗼𝗰𝗮𝗹 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗰𝘀)
