Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan menandai kerja sama bilateral.

Melansir The Cradle, Amerika Serikat menggeser posisi Rusia sebagai pemasok minyak mentah terbesar bagi Turki pada bulan Juni, dengan minyak mentah AS menyumbang 21% dari total impor—atau setara 570.676 ton—melonjak tajam dari angka 13% pada bulan Mei. Meski demikian, Rusia tetap menjadi pemasok terbesar secara keseluruhan jika minyak mentah dan produk olahan minyak digabungkan, dengan mengokohkan pasokan sebesar 1,52 juta ton pada bulan Juni.

Turki juga meningkatkan impor diesel secara drastis dari India dan AS pada bulan Agustus, mencapai rekor tertinggi yaitu lebih dari 120.000 barel per hari (bpd) dari India dan sekitar 90.000 bpd dari AS. Pergeseran ini terjadi menyusul larangan ekspor diesel yang diberlakukan Rusia pada bulan Juli serta gangguan pasokan di Timur Tengah akibat perang AS-Israel terhadap Iran, di saat Washington juga gencar menekan Ankara untuk mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia.

Pergeseran peta energi ini berlangsung di tengah membaiknya hubungan AS-Turki, khususnya di sektor pertahanan. Pada KTT NATO bulan Juli di Ankara, Presiden Donald Trump memuji Turki sebagai “mitra yang setia” dan mengisyaratkan potensi kemajuan terkait sanksi CAATSA, kembalinya Ankara ke program jet tempur F-35, hingga keterlibatan AS dalam proyek jet tempur KAAN milik Turki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *