Ilustrasi analisis sejarah dan kronologi gerakan perlawanan Ansar Allah di Yaman.

๐˜ฟ๐™ž๐™จ๐™˜๐™ก๐™–๐™ž๐™ข๐™š๐™ง: ๐™†๐™š๐™ก๐™ค๐™ข๐™ฅ๐™ค๐™  ๐™ฅ๐™š๐™ข๐™—๐™š๐™—๐™–๐™จ๐™–๐™ฃ ๐™”๐™–๐™ข๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™จ๐™š๐™—๐™ช๐™ฉ ๐˜ผ๐™ฃ๐™จ๐™–๐™ง๐™–๐™ก๐™ก๐™–๐™, ๐™—๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ “๐™ƒ๐™ค๐™ช๐™ฉ๐™๐™ž”. ๐™ˆ๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™—๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ๐™ก๐™–๐™ ๐™ข๐™–๐™›๐™ž๐™– ๐™ ๐™š๐™ก๐™ช๐™–๐™ง๐™œ๐™– ๐™จ๐™š๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™š๐™ก๐™ช๐™–๐™ง๐™œ๐™– ๐™Ž๐™–๐™ช๐™™. ๐™ˆ๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™–๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™œ๐™š๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ง๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ฉ ๐™–๐™ ๐™–๐™ง ๐™ง๐™ช๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™ฉ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™ž๐™™๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™ค๐™ก๐™š๐™ ๐Ÿต๐Ÿฌ% ๐™ง๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ฉ ๐™”๐™–๐™ข๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™š๐™ก๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™จ๐™ž๐™ง ๐™ฅ๐™ค๐™ง๐™ค๐™จ ๐˜ผ๐™ฃ๐™œ๐™ก๐™ค-๐™•๐™ž๐™ค๐™ฃ๐™ž๐™จ-๐™Ž๐™–๐™ช๐™™๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™—๐™š๐™จ๐™–๐™ง ๐™ฌ๐™ž๐™ก๐™–๐™ฎ๐™–๐™ ๐™”๐™–๐™ข๐™–๐™ฃ.


๐—ข๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฆ๐˜†๐—ฒ๐—ฑ ๐— . ๐—”๐—ฏ๐—ฏ๐—ฎ๐˜€

Konflik Yaman bermula terutama sebagai pergulatan internal Yaman. Iran tidak menciptakan ‘Kelompok Houthi.’ Arab Saudi dan koalisinya melakukan intervensi militer multinasional terbuka berskala besar yang pertama dalam perang saudara saat ini pada bulan Maret 2015, setelah itu keterlibatan Iran dan dimensi proksi Saudi-Iran yang lebih luas menjadi semakin penting.

Kronologi Singkat Perang Saudara Yaman

  • Akibatnya, konflik ini semakin terseret ke dalam pusaran persaingan Saudi-Iran. Arab Saudi mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, yang saat ini berada dalam pengasingan berbasis di Riyadh, serta kekuatan anti-Houthi lainnya, sementara Iran semakin memperkuat dukungannya kepada kelompok Houthi.
  • Kelompok Houthi adalah penganut Zaidiyah, bukan Syiah Imamiyah Dua Belas Imam (Twelver Shia) seperti di Iran dan Irak. Zaidiyah Yaman telah ada sejak berabad-abad lalu dan tidak diperkenalkan oleh Iran. Kaum Zaidiyah tradisional umumnya lebih dekat dengan kaum Sunni dibandingkan Syiah Dua Belas Imam, termasuk adanya kesamaan penting dalam fikih Sunni, khususnya mazhab Hanafi. Posisi historis mereka terhadap para Sahabat Nabi juga berbeda dari pandangan yang lebih keras menentang Sahabat yang ditemukan dalam beberapa tradisi Dua Belas Imam/Rafidhah.
  • Sebelum tahun 1990, Yaman terbagi menjadi Yaman Utara dan Yaman Selatan. Muslim Zaidiyah telah tinggal dan berkuasa di sebagian wilayah Yaman utara selama berabad-abad, jauh sebelum Republik Islam Iran berdiri.
  • Yaman Utara dan Selatan bersatu pada tahun 1990 di bawah kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh. Kendati demikian, ketegangan politik, ekonomi, dan regional yang serius tetap ada.
  • Pada tahun 1994, Yaman mengalami perang saudara ketika para pemimpin selatan berupaya memisahkan diri. Pemerintahan Saleh berhasil mengalahkan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Yaman telah memiliki konflik internal yang serius dan tidak ada kaitannya dengan Iran sama sekali.
  • Sepanjang dekade 1990-an, gerakan Houthi muncul secara lokal di Yaman utara. Gerakan ini berkembang dari kebangkitan keagamaan Zaidiyah yang berpusat di Saada. Hussein Badreddin al-Houthi kemudian menjadi pemimpin mereka yang paling terkemuka. Iran tidak mendirikan gerakan tersebut.
  • Pada tahun 2004, perang pertama antara Houthi dan pemerintah dimulai. Presiden Saleh memerangi Hussein al-Houthi dan membunuhnya. Meskipun demikian, pemberontakan tersebut tetap berlanjut.
  • Dari tahun 2004 hingga 2010, kelompok Houthi dan pemerintahan Saleh bertempur dalam enam Perang Saada. Ini adalah konflik internal Yaman. Saleh sendiri juga berasal dari latar belakang Zaidiyah, sehingga pelabelan perang ini secara sederhana sebagai “Sunni versus Syiah” menjadi tidak akurat.
  • Iran secara bertahap mengembangkan hubungan dengan kelompok Houthi. Bukti bantuan Iran mulai meningkat sekitar tahun 2009โ€“2014. Namun, mendukung gerakan yang sudah ada tentu berbeda dengan menciptakannya atau memulai pemberontakannya.
  • Pada tahun 2011, Musim Semi Arab (Arab Spring) memicu aksi protes besar-besaran terhadap Saleh. Ia akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada wakil presidennya, Abd Rabbuh Mansur Hadi.
  • Dari tahun 2012 hingga 2014, transisi politik Hadi mengalami kegagalan. Perselisihan mengenai pemerintahan, federalisme, korupsi, masalah ekonomi, dan representasi politik tetap tidak terselesaikan.
  • Pada September 2014, kelompok Houthi merebut Sana’a. Ironisnya, pasukan yang setia kepada mantan Presiden Salehโ€”yang sebelumnya pernah memerangi Houthiโ€”pada akhirnya justru bekerja sama dengan mereka untuk melawan Hadi.
  • Pada awal tahun 2015, Hadi melarikan diri dari Sana’a ke Aden seiring ekspansi pasukan Houthi dan bekas pemerintahan Saleh ke arah selatan. Ia kemudian meminta bantuan militer dari Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.
  • Pada 26 Maret 2015, Arab Saudi memimpin intervensi militer multinasional. Koalisi pimpinan Saudi meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap pasukan Houthi dan bekas pemerintahan Saleh. Inilah intervensi militer multinasional terbuka berskala besar yang pertama dalam perang saudara saat ini.
  • Intervensi Saudi tersebut membuat perang ini semakin terinternasionalisasi. Iran memang telah mendukung kelompok Houthi sebelum intervensi ini, tetapi Iran tidak menciptakan mereka ataupun memantik pemberontakan awal mereka. Setelah tahun 2015, bantuan militer Iran kepada kelompok Houthi menjadi semakin signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *