Unjuk rasa warga memblokir jalan dengan pembakaran ban menolak kenaikan BBM oleh rezim Jolani di Suriah.

Melansir TMJ News Network, gelombang protes meletus di beberapa provinsi Suriah setelah Damaskus menaikkan harga bahan bakar secara drastis pada 13 September, yang kian menambah beban rumah tangga yang telah berjuang menghadapi inflasi dan kemiskinan yang meluas. Harga solar melonjak hingga 40% dan bensin sebesar 28%, memicu demonstrasi di Idlib, Aleppo, Hama, Deir Ezzor, dan Raqqa. Para pengunjuk rasa membakar ban dan memblokir sementara jalan tol utama Damaskus-Aleppo di dekat Maarat al-Numan.

Pemerintah mengkambinghitamkan kenaikan tersebut pada melambungnya harga energi internasional serta proses perbaikan di kilang minyak Baniyas, yang diklaim pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas dari 80.000 menjadi 130.000 barel per hari. Suriah masih sangat bergantung pada energi impor: Menteri Energi Mohammad al-Bashir menyatakan produksi domestik saat ini hanya berkisar 102.000 barel per hari, berbanding jauh dengan tingkat konsumsi yang mencapai sekitar 325.000 barel. Gangguan pasokan global yang terhubung dengan perang agresi AS-Israel terhadap Iran serta penutupan Selat Hormuz makin membumbungkan biaya pengadaan.

Unjuk rasa ini menghadirkan tantangan ekonomi bagi presiden yang menobatkan dirinya sendiri, Ahmad al-Sharaa, di wilayah-wilayah yang sebagian besar dulunya mendukung pemberontakan terhadap Bashar al-Assad. Ekspektasi bahwa penggulingan Assad pada tahun 2024 serta pelonggaran sanksi Barat setelahnya akan dengan cepat meningkatkan taraf hidup belum juga terwujud bagi banyak warga Suriah. Gejolak ini juga menyusul aksi protes terpisah oleh komunitas Kurdi di Suriah utara pasca-penculikan dan pembunuhan mantan anggota SDF Sami Hassou, yang semakin mempertegas besarnya tekanan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh otoritas baru negara tersebut.

Berikut beberapa cuplikan video demonstrasi di Suriah, dari menginjak-injak foto Ahmad al-Shaara hingga yel-yel yang meneriakkan ingin menumbangkan rezim!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *