Dokumen yang bocor dari produsen senjata asal Israel, Elbit Systems, mengungkapkan adanya pembahasan untuk menjual peralatan militer canggih kepada Uni Emirat Arab (UEA), termasuk drone strategis dan sistem persenjataan lainnya, antara tahun 2021 hingga 2023.
Dokumen-dokumen tersebut mencakup proposal harga, permintaan dari pihak UEA, serta komunikasi internal perusahaan, meskipun belum jelas kesepakatan mana saja yang telah difinalisasi. Berkas-berkas tersebut dilaporkan dicuri dari akun email tidak terenkripsi milik seorang pejabat Elbit oleh kelompok peretas yang terhubung dengan Iran, Handala.
Menyusul Perjanjian Abraham (Abraham Accords) pada tahun 2020, Elbit membuka kantor di UEA dan mengonfirmasi secara terbuka setidaknya satu kesepakatan pertahanan senilai $53 juta pada tahun 2022. Perusahaan tersebut juga mengumumkan penjualan peralatan strategis senilai $2,3 miliar pada tahun 2024, yang menurut laporan intelijen Prancis terhubung dengan UEA.
Berkas yang bocor tersebut dilaporkan menunjukkan persetujuan pihak Israel atas potensi penjualan amunisi intai/bunuh diri (loitering munitions) SkyStriker dan drone pengintai Hermes-900.
Setelah serangan Ansarallah ke Abu Dhabi pada awal tahun 2022, UEA diduga meminta enam sistem Hermes-900, dengan usulan perluasan hingga 15 sistem senilai sekitar $1,3 miliar.
Dokumen tersebut juga dilaporkan memperlihatkan Elbit memasarkan drone yang lebih baru, Hermes-650, kepada UEA pada tahun 2023 sebelum diluncurkan secara resmi ke publik, dengan menyoroti berbagai kemampuan seperti pengumpulan intelijen dan perang elektronik.
sumber: The Cradle
