𝗢𝗹𝗲𝗵 𝗗𝗿. 𝗨𝘀𝘁𝗮𝘇 𝗠𝘂𝗵𝘀𝗶𝗻 𝗟𝗮𝗯𝗶𝗯
Beberapa hari lagi, penerbangan dari seluruh negara di dunia ke bandara-bandara Iran akan ditutup atau dilarang. Ini adalah bentuk boikot baru yang ditambahkan ke berbagai jenis boikot dan sanksi yang telah diberlakukan terhadap rakyat Iran.
Iran telah menghadapi berbagai jenis sanksi dan embargo selama 47 tahun. Ketika sanksi yang begitu luas, berat, dan keras dijatuhkan pada Iran hingga Selat Hormuz ditutup, dunia mulai berteriak, ‘Kenapa Iran menutup selat itu? Apa salah dunia?’ dan sebagainya.
Tetapi saat ini, dunia melihat rakyat Iran diboikot bahkan dalam urusan obat-obatan, makanan, dan hal-hal mendasar lainnya, dan seluruh dunia diam membisu.
Ketika nanti Iran merespons atau mengambil tindakan balasan tertentu, jangan sampai ada seorang pun yang datang lalu berteriak memprotes, ‘Kenapa Iran melakukan hal ini dan itu?’
Dunia telah diam terhadap berbagai macam sanksi keji yang ditimpakan kepada Iran, maka dunia juga harus diam terhadap satu atau dua tindakan balasan yang diambil oleh Iran sebagai reaksi atas kezaliman yang dihadapi oleh rakyat Iran.
Karena itu, setelah ini tidak boleh ada yang berkata, ‘Kenapa Iran bertindak begini?’ atau ‘Kenapa Iran membalas seperti ini?’. Seluruh dunia semestinya bergerak melawan kezaliman yang dihadapi rakyat Iran ini.
Iran bersuara di media untuk menyatakan bahwa ketika Iran mengambil tindakan balasan, tidak seorang pun berhak bertanya mengapa Iran melakukannya. Membela diri adalah hak rakyat Iran.
