Tangkapan layar cuitan Kedubes UEA di Israel dengan foto Netanyahu dan MBZ.

Melansir TMJ News Network, kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Israel telah merilis ucapan selamat Rosh Hashanah kepada warga Israel, mendoakan mereka mendapatkan “tahun yang baik dan manis” yang diwarnai dengan “keberhasilan, ketenangan, perdamaian, persaudaraan, serta kabar baik.” Pesan berbahasa Ibrani tersebut menyoroti hubungan diplomatik publik yang terus berlanjut antara Abu Dhabi dan Israel, meskipun perang di kawasan bergejolak selama bertahun-tahun dan gelombang kritik terhadap normalisasi meluas di seluruh dunia Arab dan Islam.

UEA menjadi negara Arab Teluk pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) yang diprakarsai AS pada September 2020, lalu mendirikan kedutaan besar pada tahun berikutnya. Hubungan tersebut tetap bertahan meskipun terjadi genosida di Gaza dan rentetan perang regional setelahnya. Menurut Kedubes UEA, perdagangan bilateral mencapai $3,21 miliar pada tahun 2025, sementara akumulasi nilai perdagangan sejak normalisasi melampaui $14 miliar per Maret 2026. Pihak Abu Dhabi menyatakan bahwa hubungannya tetap berfokus pada diplomasi, perdagangan, dan stabilitas regional.

Meskipun demikian, ucapan selamat tersebut memicu kritik tajam dari para penentang normalisasi. Komentator Muslim Daniel Haqiqatjou mengunggah ulang pesan kedutaan tersebut dan menanggapi: “Pengkhianat terbesar bagi Islam dan umat Muslim.” Reaksinya mencerminkan penolakan yang terus berlanjut di kalangan sebagian umat Islam terhadap pemerintah negara Arab yang mempertahankan hubungan dekat dengan Israel yang melakukan genosida di Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *