Arab Saudi dilaporkan sedang mengupayakan bantuan Israel seiring keberhasilan pasukan Yaman pimpinan Ansarallah meraih keunggulan besar di sepanjang pesisir barat Yaman. Menurut surat kabar Israel Israel Hayom, pemerintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyampaikan permintaan melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk memperoleh intelijen Israel dan bentuk bantuan lainnya guna mencegah Ansarallah memperkuat kendalinya di sekitar Selat Bab al-Mandab yang sangat vital secara strategis. Baik pihak Riyadh maupun Israel belum memberikan konfirmasi secara publik mengenai laporan permintaan tersebut.
Upaya ini dilakukan saat pasukan Yaman yang didukung Saudi berusaha membalikkan serangan kilat Ansarallah di bulan September ini, yang telah menguasai wilayah signifikan dan posisi-posisi penting di Laut Merah. Kendali di sekitar Bab al-Mandab membawa konsekuensi global: jalur sempit tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan merupakan rute kritis bagi perdagangan antara Eropa dan Asia. Riyadh juga mengupayakan keterlibatan AS yang lebih besar untuk melawan Ansarallah, sementara Washington hingga kini masih enggan untuk terlibat secara langsung dalam perang Yaman yang kembali bergejolak, dan dilaporkan hanya memberikan bantuan intelijen serta penentuan target.
Jika terkonfirmasi, jangkauan komunikasi Saudi ke Israel ini akan menjadi hal yang sangat signifikan secara politik. Riyadh tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan telah berulang kali menyatakan bahwa normalisasi mensyaratkan pembentukan negara Palestina yang merdekaβsebuah posisi yang terus ditegaskan secara publik di tengah perang Gaza. Oleh karena itu, upaya mencari bantuan keamanan dari Israel, meskipun secara tidak langsung melalui CENTCOM, menegaskan betapa seriusnya para pemimpin Saudi dalam memandang pergerakan maju Ansarallah serta potensi hilangnya akses strategis di sekitar Bab al-Mandab.
πππΊπ―π²πΏ: π§π π π‘π²ππ π‘π²πππΌπΏπΈ

lfisdwfgouvjrdwmgnneggoxsxyyqw
Gak jelas.