Pengamat Israel Edy Cohen dengan latar belakang bendera Arab Saudi dan Israel terkait klaim aliansi militer.

Semakin jelas bahwa tuduhan Saudi kepada Ansarallah Yaman menyerang Makkah adalah propaganda yang justru menguntungkan kepentingan Israel serta meningkatkan hubungannya dengan Arab Saudi. Melansir TMJ News Network, seorang peneliti dan jurnalis dari Israel Edy Cohen secara terbuka menyambut baik apa yang ia sebut sebagai peluncuran “resmi” aliansi Israel-Saudi yang bertujuan untuk menghadapi Ansarallah Yaman dan Iran. Dalam sebuah unggahan yang diterjemahkan dari bahasa Arab, Cohen menulis: “Selamat. Secara resmi. Peluncuran aliansi Israel-Saudi dengan mediasi Mesir. Tujuannya adalah untuk memerangi Ansarallah dan menggulingkan rezim Iran. Penumbangan rezim tersebut merupakan syarat dari pihak Israel, di samping pejabat Saudi tidak menyebut-nyebut soal negara Palestina. Kami akan membela Makkah dan Madinah serta tanah Dua Kota Suci dengan segenap kekuatan kami.”

Unggahan Cohen muncul saat Arab Saudi menghadapi kemunduran besar di medan tempur melawan Ansarallah, yang telah menguasai wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman dan posisi-posisi yang memberikannya kendali efektif atas titik penyempitan (chokepoint) Bab al-Mandab. Reuters melaporkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah meminta bantuan dari luar, termasuk dari Mesir, sementara Washington menolak serangan langsung tetapi memberikan dukungan intelijen dan penentuan sasaran. Pejabat Israel dan kawasan secara terpisah mengonfirmasi bahwa Arab Saudi dan Israel telah menggelar diskusi yang dimediasi Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait bantuan intelijen Israel untuk melawan Ansarallah.

Klaim Cohen mengenai aliansi formal dan syarat Israel yang mewajibkan pergantian rezim di Iran belum dikonfirmasi secara publik oleh pemerintah Saudi, Israel, maupun Mesir. Referensinya mengenai kenegaraan Palestina juga patut dicermati karena Arab Saudi secara terbuka tetap mempertahankan bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka (Two-state solution) merupakan syarat untuk normalisasi dengan Israel. Jika klaim Cohen dikonfirmasi secara resmi, hal itu akan menjadi perkembangan signifikan dalam hubungan kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *