Foto George Galloway dengan latar belakang lanskap peradaban Yaman.

๐—ข๐—น๐—ฒ๐—ต ๐——๐—ฟ. ๐—จ๐˜€๐˜๐—ฎ๐˜‡ ๐— ๐˜‚๐—ต๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฏ

Dalam sebuah video, George Gallowayโ€”tokoh aktivis pro-Palestina asal Inggrisโ€”menceritakan pandangannya tentang bangsa Yaman berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai berikut:

Semua orang kerap kali dan terus-menerus meremehkan rakyat Yaman, tetapi ia sendiri tidak pernah memandang rendah mereka karena telah mengenal bangsa tersebut sejak dekade 1960-an. Ketertarikan serta ikatan emosionalnya yang bertahan seumur hidup bermula ketika ia merasa sangat terguncang menyaksikan tentara Skotlandia membantai penduduk di distrik Crater, Aden.

Sejak saat itu, ia menyadari bahwa selain merupakan para pejuang yang hebat, bangsa Yaman menuturkan bahasa Arab dengan kefasihan terbaik dibanding siapa pun. Menurut pandangannya, kemurnian religius mereka sangat mengagumkan dengan corak pemahaman Islam mazhab Zaidi yang memikat, ditambah sumbangsih historis peradaban mereka yang telah memperkenalkan tradisi kopi bagi dunia.

Melihat Yaman sekian lama dikepung, dihujani bom, dan dipecah belah selalu menorehkan kepedihan mendalam di hatinya. Karena itu, saat menyaksikan kemenangan bangsa tersebut hari ini, ia merasa ingin bersujud dan memuji Tuhan, seraya menegaskan bahwa seandainya seluruh dunia Arab memiliki keteguhan dan keberanian seperti Yaman, Israel tidak akan pernah bertahan dan Palestina niscaya telah merdeka sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *