Donald Trump berjabat tangan dengan Ahmed al-Sharaa dalam pertemuan diplomasi AS dan Suriah.

Melansir Al Mayadeen English, Amerika Serikat telah mengambil langkah besar terhadap Suriah dengan secara resmi mengeluarkan Suriah dari daftar “Negara Sponsor Terorisme”—sebuah label yang telah diberlakukan Washington sejak tahun 1979 pada era kekuasaan Hafez al-Assad.

Sebelumnya, AS juga telah menutup berkas terkait Front Al-Nusra, yang kemudian dikenal sebagai Hayat Tahrir al-Sham, dengan mencabut penetapannya sebagai entitas “Teroris Global Terdefinisi Khusus” (Specially Designated Global Terrorist).

Dengan langkah-langkah terbaru ini yang menyingkirkan hambatan utama lainnya terhadap investasi dan keterlibatan ekonomi, AS tampaknya sedang membuka babak baru dalam hubungannya dengan Suriah.

Lantas, apa yang diinginkan Washington dari rezim Ahmed al-Sharaa setelah langkah ini? Yang pasti, hal ini merupakan pergeseran besar kebijakan AS terhadap Suriah pasca-Assad: sebuah keberlanjutan untuk membangun hubungan dan kepentingan Amerika dengan “Suriah baru” setelah mendukung perang pergantian rezim selama belasan tahun di negara itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *