Melansir The Cradle, stok peluru kendali pencegat sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat dan negara-negara Asia Barat telah berkurang secara signifikan setelah berbulan-bulan terlibat dalam pertempuran, menurut para ahli.
Meskipun angka pasti persediaan tersebut tetap dirahasiakan, Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengestimasi bahwa sekitar 65% dari rudal pencegat Patriot milik AS telah digunakan antara bulan Februari dan Juli. Hal ini menyisakan kurang dari 850 rudal, dibandingkan dengan sekitar 2.330 rudal sebelum perang AS-Israel terhadap Iran dimulai.
Negara-negara Teluk juga mengalami penurunan stok yang sangat tajam. Arab Saudi dilaporkan telah menggunakan sekitar 86% dari 2.800 rudal pencegat PAC-3 miliknya selama 38 hari pertama pertempuran, sehingga hanya menyisakan sekitar 400 rudal pada bulan April. Negara-negara Teluk lainnya diyakini telah menghabiskan porsi yang sama besarnya dari persediaan mereka. Sementara itu, beberapa negara Eropa telah menyerahkan rudal pencegat Patriot dari persediaan mereka sendiri ke Ukraina.
Washington telah menyetujui penjualan 5.250 rudal pencegat Patriot tambahan ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk membantu mengisi kembali persediaan mereka yang telah menipis.
