Analisis Mohammad Marandi: Iran Siap Hadapi Perang Panjang Tanpa Bergantung Pemilu AS
Profesor Mohammad Marandi tegaskan Iran tidak bergantung pada pemilu AS dan siap hadapi perang panjang. Siapa pun yang menyerang akan menghadapi respons tegas.
Resistensi di era digital
Profesor Mohammad Marandi tegaskan Iran tidak bergantung pada pemilu AS dan siap hadapi perang panjang. Siapa pun yang menyerang akan menghadapi respons tegas.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding AS dan Israel berupaya mengadu domba negara-negara Muslim demi mengontrol kekayaan kawasan dalam wawancara terbaru.
Analisis mendalam kegagalan invasi AS-Israel atas Iran. Dari ribuan bom, blokade Selat Hormuz, hingga ketahanan ekonomi dan militer Teheran yang tak tertundukkan.
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan Al-Shibani bertemu dengan pejabat khusus AS sekaligus Rabi berdarah Israel, Yehuda Kaploun, di sela sidang PBB.
Kemampuan balasan Iran hantam pangkalan AS paksa UEA ubah kalkulasi keamanan. Abu Dhabi tinggalkan retorika keras dan buka diplomasi dengan Tehran.
Salah langkah geopolitik di Yaman seret Arab Saudi ke krisis eksistensial. Dilema militer paksa Riyadh sebar propaganda serangan Makkah.
Prof. Mohammad Marandi bongkar kebohongan narasi Teluk: Minoritas Sunni di Iran jauh lebih bebas, sementara negara Arab memfitnah demi tutupi isu Palestina.
Laporan CNN beberkan kegagalan koordinasi AS-Saudi hingga prajurit fiktif yang mudahkan Ansarallah kuasai posisi kunci Bab al-Mandab.
Kesepakatan Iran dan Oman tempatkan jalur masuk Selat Hormuz sepenuhnya di perairan Iran. Tehran tegaskan kedaulatan maritim dan ajukan 7 syarat ke AS.
Iran terapkan doktrin deterensi baru dengan menargetkan pangkalan, kapal perang, dan tanker AS. Respon Tehran dipastikan tak lagi proporsional.