Ancaman Amerika Tak Lagi Menakutkan: Saat Mahan Air Iran Tantang Ultimatum AS
Pendaratan pesawat Mahan Air Iran di Tiongkok secara terbuka menantang ultimatum sanksi AS. Menandakan gertakan Washington tak lagi membuat dunia bertekuk lutut.
Resistensi di era digital
Pendaratan pesawat Mahan Air Iran di Tiongkok secara terbuka menantang ultimatum sanksi AS. Menandakan gertakan Washington tak lagi membuat dunia bertekuk lutut.
Analisis tajam pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di PBB. Menolak standar ganda Barat, membongkar kemunafikan hukum internasional, dan membela kedaulatan.
Rezim Jolani di Suriah menuai kritik tajam. Dulu tampil bawa retorika agama, kini merapat ke Washington, buka komunikasi dengan Israel, dan abaikan kesulitan rakyat.
Dunia membisu saat isolasi penerbangan dan sanksi keji jepit Iran. Teheran cegah protes jika kelak ambil tindakan balasan demi membela diri.
George Galloway puji keteguhan bangsa Yaman. Jika seluruh negara Arab memiliki keberanian seperti Yaman, Palestina dipastikan sudah merdeka sejak dulu.
Bedah propaganda Saudi yang klaim pesawat tempur tertembak Yaman bawa jamaah umrah. Bukti manipulasi simbol agama untuk tutupi kekalahan militer.
Perjanjian Mekah terbukti tak berdaya saat Yaman menyerang. Turki dan Pakistan enggan terlibat perang, telanjangi batas kekuatan militer Saudi.
Kemiskinan Yaman bukan tanda ketiadaan sumber daya, melainkan hasil perampasan dan perang. Negeri tanpa kemewahan yang tetap berdiri tegap membela martabat.
Al Jazeera dan media Teluk gencar sebar narasi hoaks soal Yaman. Perang propaganda ini dilancarkan guna menutupi kegagalan militer dan politik Saudi.
AS tak lagi mampu lindungi Saudi dari dampak perang Yaman. Terdesak, Riyadh alihkan narasi dengan fitnah serangan ke Makkah dan Madinah.